perjalananku bagaikan air
mengalir saja lewati beribu alam
riak gemerciknya mesra
sama tapi selalu berganti
ada kala kuterjang dangkal
batu kering dan padas licin mengisapiku
kan ku lewat penat ku lalu hakikat
kurangkul segala apa dalam sejukku
namun ada kala ku jelang muara
kan kusulam arus kan tenang
kan ku sujud ku basuh kalut
biar kurebah diruang tirta
perjalanan ku bagaikan angin
berhembus saja mengarungi berjuta bentuk
desah desirnya lembut
sama meski berganti
ada saat ku tampar bingar
asap-asap sombong meracuniku
kan kubadai dan hitam ku bawa terbang
kugiring apa dalam semilirku
dan ada kala kusapaut hawa
kan ku habisi segala bengis
kan ku kikis sebentuk tangis
biar ku rohah di rongga bayu
dalam "ZALZALAH (biarkan cinta sampai pada akhirnya)"
by. Mashdar Z





